Benchmarking; Penguatan Prodi Sosiologi Menuju Akreditasi Internasional Ke Universitas Andalas Sumatera Barat

Benchmarking Akreditasi Internasional
Pada Selasa (2/03), Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora melakukan benchmarking ke Universitas Andalas yang terletak di Padang, Sumatera Barat. Tujuan dari benchmarking ini tidak lain untuk memperkuat persiapan akreditasi internasional Prodi Sosiologi pasca sukses penyelenggaraan Assesment AUN-QA Desember lalu. Perlu diketahui, AUN-QA yang telah dilakukan Program Studi Sosiologi adalah batu loncatan menuju akreditasi internasional yang sedang dipersiapkan ini.
Kedatangan Prodi Sosiologi ini tidak sendiri, tetapi juga didampingi oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga dan kurang lebih 20 pengelola prodi di UIN Sunan Kalijaga yang dipersiapkan untuk akreditasi internasional. Dan untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, dalam kegiatan ini selain Sosiologi yang diwakili oleh Agus Saputro, M.Si, juga diikuti oleh Dr. Rama Kertamukti selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi dan Dr Sulistyaningsih, S.Sos., M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Akademik. Kehadiran Program Studi Sosiologi dan rombongan UIN Sunan Kalijaga disambut sangat baik oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan Dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Andalas beserta pengelola prodi yang sudah terakreditaso internasional.
Prof. Dr. Henny Lucida, Apt selaku Ketua LP3M Universitas Andalas menyampaikan beberapa informasi terkait akreditasi dalam pembukaannya. Di Universitas Andalas Fakultas Teknik ada 3 Prodi terakreditasi Internasional ABET diantaranya adalah Program Studi Sarjana (S1) Teknik Industri, Teknik Lingkungan dan Teknik Mesin. Persiapan yang dilakukan oleh masing-masing prodi dilakukan selama selama 5 tahun. Termasuk melakukan benchmarking Ke Amerika mengingat Lembaga akreditasi ABET ini berasal dari Amerika. Di Universitas Andalas sendiri kurang lebih ada 53 Prodi dengan akreditasi A. Dan sekarang, Universitas sedang Pengajuan PTNBH. Sehingga dilakukan skema pemenuhan 80 % Prodi terakreditasi A.
Sedangkan dalam sambutan yang dilakukan oleh Dr. Dr. H. Fahri Husein, SE., M.Si selaku Ketua LPM UIN Sunan Kalijaga menyampaikan beberapa hal terkait planning yang dilakukan oleh LPM Ke depan. Diantaranya adalah LPM sedang mengusulkan 2 Kapus Baru, yakni Kapus Pengembangan SDM dan Kapus Pengembangan Kurikulum & Pembelajaran. LPM juga sedang menyiapkan 20 Prodi Akreditasi Internasional. LPM memilih FIBAA untuk Akreditasi Internasional di Ilmu Sosial dan berharap tahun imni sudah siap submit.
Dalam proses sharing pengalaman, banyak hal yang di dapat diantaranya langkah dan tantangan yang sudah dialami oleh prodi-prodi terakreditasi internasional di Universitas Andalas. Persiapan dilakukan kurang lebih 5 tahun sejak 2015. Diawal persiapan, selama 1,5 tahun pendampingan partnership (Technical assistant) dari Arizona State University (ASU), untuk menyusun bagaimana kurikulum berbasis OBE serta evaluasi diri. Dan di proses selama 3 tahun sebelum submit. Berkonsultasi dengan UGM dan UII dan studi banding ke Vietnam.
Tantangan awal terberat adalah merubah mindset, terkait nilai itu bukan A,B,C,D, dst, akantetapi lebih kepada capaian pembelejaran (LO/CPL). Filosofi ini baru diwacanakan ketika berlangsungnya KKNI. Capaian pembelajarannya apa dan cara mengukurnya bagaimana. Didampingi oleh Arizona State University (ASU) untuk melakukan pembelajaran berbasis Outcome Learning. Hal terpenting adalah meng-assesment matakuliah untuk menentukan CP dan apakah mahasiswa sudah mencapainya? Berapa persen tercapainya? Apakah setelah lulus mahasiswa sudah mencapai CP? Dan bagaimana cara yang harus dilakukan untuk mengukur capaian tersebut?
Dalam sesi diskusi prodi-prodi terakreditasi internasional memberikan tips dan langkah yang dilakukan untuk akreditasi internasional:
- Seberapa kurikulum kita memenuhi kriteria Lembaga akreditasi internasional? Ini menjadi penting untuk memenuhi kriteria internasional yang dituju. Sehingga Langkah yang harus dilakukan adalah merevisi kurikulum, tantangan terberat Ketika merevisi kurikulum adalam mindset terkait masing-masing dosen yang ketakutan kehilangan matakuliahnya.
- Mengasessment matakuliah: tentang bagaimana dosen merubah maindset, kita mau membentuk lulusan yang seperti apa? Dan tergambar dalam matakuliah seperti apa? tidak hanya menilai saja.
- Harus ada konsorsium dengan Lembaga Industri untuk memberikan masukan kepada kita (Dewan pertimbangan dari industri), tentang profile lulusan yang diinginkan oleh pasar kerja atau industri. Dan kita dituntut untuk memenuhi tuntutan permintaan kriteria profile lulusan oleh pasar/industri tersebut.
Dalam diskusi ini juga pengelola prodi juga memberikan best practice terkait perlu dipersiapkan diantaranya standar Gedung harus berstandar internasional terutama untuk tingkat keamanan atau safety. Yang perlu diperhatikan juga terkait transkrip nilai. Transkrip nilai harus bisa menjelaskan bagaimana alumni memenuhi kriteria untuk lulus. Jika memungkinkan, perlu diadakan dokumen lain yang mampu menjelaskan transkrip mahasiswa dan history perkuliahan. Matakuliah prasyarat juga diperhatikan oleh assessor. Keberadaan peralatan penunjang tercapainya Capaian Pembelajaran (CPL) menjadi penting, misal: software dan buku. Pastikan referensi yang ada di Silabus dan RPS dimiliki dan jumlah software mencukupi untuk mahasiswa dapat mengakses. Pemberian tugas kepada mahasiswa bukan cara yang baik untuk mencapai CPL. Supporting Universitas untuk mengikuti forum akademis menjadi penting. Tugas akhir yang dibuat oleh mahasiswa harus menggambarkan profile lulusan. Dan harus ada adalah bimbingan karir untuk mahasiswa sebelum lulus juga sangat penting.
Adapun benefit atau keuntungan setelah prodi-prodi terakreditasi internasional diantaranya (1) lebih meningkatkan kepercayaan diri baik bagi institusi, mahasiswa dan alumni untuk membangun berjejaring dengan Luar Negeri (2) Bagi alumni, peluang untuk kerja di luar negeri lebih tinggi. (3) Bagi alumni yang akan melakukan studi lanjut ke luar akan dimudahkan, tanpa ujian tambahan karena sudah terakreditasi internasional, (4) menjadi daya tarik untuk mahasiswa baru
Mungkin ini menjadi pengalaman baru yang dilakukan oleh Prodi Sosiologi berbagi pengalaman dari kampus di luar Jawa, khususnya dalam hal persiapan akreditasi internasional. Tentu ini akan memberikan perspektif baru yang berkontribusi positif untuk kesiapan akreditasi Prodi Sosiologi (Agus).