Prodi Sosiologi Gelar Sociopreneurship: From Nervous to Confident, Mengasah Keterampilan Berbicara di Depan Umum
foto kegiatan
Prodi Sosiologi Gelar Sociopreneurship: From Nervous to Confident, Mengasah Keterampilan Berbicara di Depan Umum
Yogyakarta, 30 Oktober 2026. Program Studi Sosiologi menyelenggarakan kegiatan Sociopreneurship dengan mengangkat tema “From Nervous to Confident: Mengasah Keterampilan Berbicara di Depan Umum”. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (30/10/2026) di Ruang Interactive Center ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sosiologi dan diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sosiologi.
Kegiatan kali ini menghadirkan Helmi Novista Amalia, S.Sos., mantan Duta Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2022, sebagai narasumber. Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan komunikasi, khususnya kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), sebagai salah satu kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Sosiologi, Dr. Napsiah, menyampaikan bahwa terdapat tiga tipe mahasiswa dalam kaitannya dengan kemampuan akademik dan komunikasi. Pertama, mahasiswa yang mampu menulis, tetapi belum mampu berbicara dengan fasih. Kedua, mahasiswa yang mampu berbicara dengan baik, tetapi kurang memiliki kemampuan menulis. Ketiga, mahasiswa yang memiliki kemampuan menulis sekaligus berbicara dengan baik.
Menurutnya, tipe mahasiswa ketiga merupakan profil yang sangat diharapkan karena kemampuan menulis dan berbicara merupakan dua keterampilan penting yang saling melengkapi. Oleh karena itu, Program Studi Sosiologi memandang kegiatan ini penting untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, khususnya keberanian dan kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif di hadapan publik.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum), Prof. Erika Setyanti Kusumaputri. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa keterampilan berbicara di depan umum memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan seseorang. Rasa gugup ketika berbicara di hadapan banyak orang merupakan hal yang alamiah. Namun, kondisi tersebut perlu diatasi melalui strategi dan latihan yang tepat.
Beliau juga mengapresiasi kontribusi alumni yang telah berkiprah di dunia kerja dan memiliki pengalaman berinteraksi dengan berbagai kalangan serta menghadapi beragam audiens. Pengalaman tersebut menjadi sumber pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa. Selain memberikan manfaat secara langsung bagi pengembangan kompetensi mahasiswa, keterlibatan alumni dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan juga menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan mutu serta akreditasi Program Studi Sosiologi di bawah LAMSPAK.
Setelah sambutan, kegiatan secara resmi dibuka dengan pembacaan Basmallah dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber. Dalam pemaparannya, Helmi Novista Amalia menjelaskan bahwa kemampuan public speaking tidak hanya ditentukan oleh keberanian berbicara, tetapi juga memerlukan penguasaan teknik komunikasi verbal dan nonverbal.
Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam berbicara di depan umum meliputi artikulasi atau kejelasan pengucapan, intonasi suara, ekspresi wajah, kontak mata dengan audiens, gestur tubuh, serta kemampuan mengatur tempo berbicara. Penguasaan berbagai aspek tersebut dapat membantu pembicara menyampaikan pesan secara lebih jelas, menarik, dan mudah dipahami oleh audiens.
Narasumber juga menekankan bahwa rasa gugup bukanlah tanda ketidakmampuan seseorang untuk berbicara di depan umum. Sebaliknya, rasa gugup merupakan bagian dari proses belajar yang dapat dikelola melalui persiapan, latihan, dan pengalaman. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan penting:
“Public speaking bukan tentang bagaimana kita berbicara dengan sempurna, tetapi bagaimana kita berani menyampaikan gagasan, membangun koneksi, dan memberikan makna kepada orang lain.”
Pesan tersebut mengingatkan mahasiswa bahwa esensi public speaking bukan sekadar tampil tanpa kesalahan, melainkan keberanian untuk menyampaikan ide, menjalin hubungan dengan audiens, dan memberikan nilai melalui pesan yang disampaikan.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Mahasiswa menunjukkan antusiasme dengan menyampaikan berbagai pertanyaan seputar tantangan berbicara di depan umum dan strategi membangun kepercayaan diri. Diskusi berlangsung hangat sehingga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam berdasarkan pengalaman dan perspektif narasumber.
Kegiatan Sociopreneurship ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Sosiologi semakin percaya diri, mampu mengembangkan keterampilan komunikasi, serta memiliki keberanian untuk menyampaikan gagasan secara kritis, sistematis, dan komunikatif.
Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen Program Studi Sosiologi dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga keterampilan interpersonal dan profesional yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.