Tracer Alumni 2026: “Mengoptimalkan Jaringan Alumni untuk Meningkatkan Kolaborasi Akademik dan Profesional.”
foto kegiatan temu alumni
Prodi Sosiologi Melaksanakan Temu Alumni Sosiologi:
“Mengoptimalkan Jaringan Alumni untuk Meningkatkan Kolaboratif Akademik dan Profesional”
Pada Selasa, 26 Mei 2026, Program Studi Sosiologi menyelenggarakan kegiatan temu alumni dalam rangka acara Tracer Alumni yang bertempat di ruang multimedia. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat hubungan antara program studi dengan para alumni sebagai mitra strategis dalam pengembangan institusi.
Dalam sambutannya, Dr. Rama Kertamukti menyampaikan bahwa alumni memiliki peran utama dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan mutu program studi guna memperoleh dan menjaga akreditasi unggul. Oleh karena itu, partisipasi aktif alumni sangat diharapkan, baik melalui kontribusi pemikiran, jejaring profesional, maupun dukungan terhadap berbagai program akademik dan kemahasiswaan.
Kegiatan temu alumni ini juga menjadi momentum untuk mempererat jaringan komunikasi dan kolaborasi antara alumni dengan Program Studi Sosiologi, sehingga tercipta sinergi yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan program studi di masa mendatang.
Daroini selaku moderator memberi kesempatan untuk melanjutkan dialog interaktif tersebut. Dr. Napsiah mensosialisasikan visi misi dan tujuan Program Studi Sosiologi. Selain itu, profil studi dan capaian pembelajaran lulusan turut dipaparkan sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta. Berikut merupakan materi presentasi yang disampaikan.
VISI:
“Unggul dan Terkemuka dalam Pemaduan dan Pengembangan Studi Keislaman dan Sosiologi”
Visi yang diusung oleh Prodi Sosiologi ini setidaknya memiliki dua maksud utama yaitu:
-
Menjadikan Prodi Sosiologi sebagai institusi yang unggul dan terkemuka dalam upaya untuk memadukan kajian sosiologis dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi karakteristik masyarakat Indonesia.
-
Menghasilkan lulusan yang memiliki integritas sebagai seorang sosiolog yang tidak saja terampil dalam memahami disiplin Sosiologi secara umum, akan tetapi juga tetap memperhatikan dan melestarikan nilai-nilai keislaman yang ada di masyarakat.
MISI :
-
Mengembangkan pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu sosial empiris secara terpadu.
-
Mengembangkan pengkajian dan penelitian dalam bidang ilmu-ilmu sosial-keagamaan.
-
Mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak dalam bidang sosial-keagamaan.
TUJUAN:
-
Menjadi institusi yang unggul di bidang kajian Sosiologi dan ilmu-ilmu keislaman secara integralistik.
-
Menghasilkan sarjana yang mampu memadukan dan mengembangkan studi keislaman dan Sosiologi, mampu melakukan penelitian yang berkualitas, dan mampu mendesain pengembangan komunitas.
-
Menghasilkan sarjana yang memiliki kapasitas intelektual, moral, dan sosial.
Profil Prodi Sosiologi
1. Akademisi: guru Sosiologi, dosen Sosiologi, pendidik di pesantren yang berwawasan keIslaman
2. Praktisi: Community Organizer, pemberdaya masyarakat, pekerja sosial, analis sosial yang berwawasan ke-Islaman
3. Peneliti
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
|
CPL |
Deskripsi |
|
CPL 1 |
Mampu menunjukkan cara berpikir logis, sistematis, dan kritis |
|
CPL 2 |
Mampu menguasai konsep dasar pengetahuan agama Islam |
|
CPL 3 |
Mampu menguasai konteks historis dan sosial kemasyarakatan |
|
CPL 4 |
Mampu menguasai keterampilan komunikasi secara efektif baik lisan maupun tulisan, dengan media Bahasa Indonesia, Inggris atau bahasa Arab |
|
CPL 5 |
Mampu bekerja secara efektif dan mandiri dalam tim yang multidisipliner dan multikultural |
|
CPL 6 |
Mampu menunjukkan sikap bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa dan menunjukkan sikap religius |
|
CPL 7 |
Mampu menunjukkan sikap profesionalitas dan bertanggung jawab secara sosial dan etika |
|
CPL 8 |
Menguasai teori-teori Sosiologi dan mengaplikasikannya untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial di masyarakat |
|
CPL 9 |
Menguasai desain penelitian sosial dengan teknologi ilmu pengetahuan sebagai dasar untuk melakukan penelitian sosial |
|
CPL 10 |
Menguasai keterampilan pengembangan masyarakat agar memiliki inisiasi dan sertifikasi profesi pemberdayaan masyarakat |
|
CPL 11 |
Mampu mengkomunikasikan dan mentransformasikan konsep dan teori Sosiologi untuk kepentingan pembelajaran |
|
CPL 12 |
Menguasai berbagai perspektif Sosiologi yang berwawasan keislaman. |
Narasumber Ahmad Nadhif Haq, M.Si., yang merupakan alumni Program Studi Sosiologi, memberikan pemahaman mengenai tantangan di dunia kerja. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya memiliki jejaring sosial bagi alumni sebagai sarana untuk memperoleh informasi lowongan pekerjaan dan mempercepat proses mendapatkan pekerjaan. Selain itu, jejaring alumni juga dapat menjadi modal sosial yang bermanfaat dalam membangun relasi profesional. Dengan adanya informasi lowongan kerja yang selalu diperbarui serta jaringan yang kuat, peluang alumni untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang ilmu akan semakin besar.
Mustofa mengungkapkan : Presentasi yang disampaikan oleh kaprodi sangat bagus dan dijabarkan ke mata kuliah agar mahasiswa tahu arahnya akan kemana. Jangan sampai mereka bingung. Kesadaran akan pentingnya perkuliahan menjadi faktor utama yang membantu mahasiswa tetap fokus, sehingga dapat menjalani studi dengan lebih baik dan menyelesaikannya hingga lulus. Mata kuliah Socio Entrepreneur adalah mata kuliah yang sangat menarik karena beda dengan sistem kapitalis. Mata kuliah yang ditawarkan menekankan nilai Islam untuk modal berdagang. Selain itu, disampaikan pula pengalaman seorang socio entrepreneur yang menekuni usaha tanpa membawa embel-embel kapitalisme semata. Contohnya terlihat pada Rumah Pustaka yang bergerak dalam bidang sosiologi, sebagai ruang yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.
Diskusi ini juga menekankan bahwa sosiologi pada dasarnya membahas berbagai aspek kehidupan manusia. Cara berpikir seseorang dibentuk oleh perspektif yang dimilikinya, sehingga sosiologi hadir untuk membantu memahami realitas sosial secara lebih luas, kritis, dan mendalam.
Dalam diskusi yang berlangsung, Candra Maulana menyampaikan bahwa prodi Sosiologi perlu figur administrasi yang memiliki peran penting sebagai representasi dan teladan bagi mahasiswa. Kehadiran admin yang mampu menjadi figur positif dinilai dapat memberikan kenyamanan dan dukungan bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik. Selain itu, fasilitas pendukung, termasuk layanan psikologis, juga menjadi perhatian utama. Ketika kebutuhan psikologis mahasiswa terpenuhi, maka berbagai potensi krisis dapat lebih mudah diantisipasi dan diatasi.
Di sisi lain, kepedulian terhadap pengembangan diri mahasiswa juga menjadi sorotan. Selama ini masih ditemukan mahasiswa yang kurang aktif dalam menghasilkan karya ilmiah, seperti jurnal. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan motivasi, pendampingan, dan budaya akademik agar mahasiswa lebih produktif dalam bidang penelitian dan publikasi.
Pathra mengungkapkan bahwa: pentingnya penguatan jaringan alumni. Kegiatan-kegiatan seperti ini dilanjutkan dan kalau bisa dilakukan di luar kampus. Alumni Sosiologi sebenarnya telah tersebar dan memiliki potensi besar, namun masih diperlukan wadah atau forum yang dapat menyatukan dan mempererat komunikasi antar sesama alumni. Dengan adanya forum tersebut, diharapkan untuk proses sosialisasi, kolaborasi, hingga penyediaan informasi peluang magang dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, Astri mengungkapkan bahwa pada tahun 2023 mendirikan TK Masyitoh di Piyungan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Ini diperoleh dari kuliah Sosiologi Pendidikan.
Dengan demikian, prodi, Alumni dan Mahasiswa sangat diperlukan untuk membangun jaringan yang kuat sehingga memperkuat posisi ketiganya.