Kaprodi Sosiologi Sosialisasikan Visi, Misi, dan Profil Program Studi kepada Wali Mahasiswa Baru 2026
Foto kegiatan
Kepala Program Studi (Kaprodi) Sosiologi Dr. Napsiah mensosialisasikan visi, misi, serta profil Program Studi Sosiologi kepada para wali mahasiswa baru tahun akademik 2026 melalui platform Zoom pada Rabu, 02 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan lingkungan akademik, ketentuan studi, serta berbagai peluang yang tersedia di Program Studi Sosiologi kepada orang tua atau wali mahasiswa.
Dalam sosialisasi tersebut, Dr. Napsiah mengawali pemaparannya dengan memperkenalkan legalitas dan capaian Program Studi Sosiologi. Ia menjelaskan bahwa Program Studi Sosiologi telah terakreditasi dengan predikat Unggul. Selain itu, program studi juga telah memperoleh sertifikat akreditasi internasional FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation) serta sertifikasi AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance). Capaian tersebut menunjukkan komitmen Program Studi Sosiologi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan.
Lebih lanjut, Dr. Napsiah menyampaikan visi Program Studi Sosiologi, yaitu “Unggul dan Terkemuka dalam Pemaduan dan Pengembangan Studi Keislaman dan Sosiologi.” Visi tersebut kemudian diwujudkan melalui tiga misi utama. Pertama, mengembangkan pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu sosial empiris secara terpadu. Kedua, mengembangkan pengkajian dan penelitian dalam bidang ilmu-ilmu sosial-keagamaan. Ketiga, mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak dalam bidang sosial-keagamaan.
Dalam pemaparannya, Kaprodi juga menjelaskan profil lulusan Program Studi Sosiologi yang diarahkan untuk menjadi akademisi, praktisi, maupun peneliti. Hingga saat ini, Program Studi Sosiologi telah menghasilkan sebanyak 871 alumni yang tersebar di berbagai bidang pekerjaan, baik di sektor pemerintahan, industri, maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Dari sisi fasilitas, Program Studi Sosiologi juga terus mendukung proses pembelajaran mahasiswa dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang memadai, di antaranya Laboratorium Sosiologi serta berbagai aktivitas kemahasiswaan yang dapat menunjang pengembangan kompetensi dan pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Dr. Napsiah juga menjelaskan ketentuan akademik yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa. Untuk memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos.), mahasiswa diwajibkan menyelesaikan sekurang-kurangnya 146 SKS. Sebelum mengikuti munaqosyah atau ujian skripsi, mahasiswa harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya telah lulus seluruh teori, lulus Bahasa Inggris, lulus teknologi (ICT), serta memenuhi kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an. Selain persyaratan tersebut, terdapat pula persyaratan pendamping, salah satunya adalah mengikuti program magang yang disediakan oleh Program Studi Sosiologi ataupun melaksanakan magang secara mandiri.
Pada akhir kegiatan sosialisasi, Dr. Napsiah mengimbau kepada para orang tua atau wali mahasiswa agar turut bekerja sama dengan program studi dalam memantau perkembangan dan masa studi mahasiswa. Hal ini penting mengingat mahasiswa memiliki batas waktu studi maksimal 14 semester, yang sudah termasuk masa cuti.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa dan program studi, tetapi juga membutuhkan dukungan dari orang tua serta lingkungan sekitar. Oleh karena itu, sinergi antara mahasiswa, orang tua, program studi, dan lingkungan menjadi salah satu faktor penting agar mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dengan baik dan menyelesaikan studinya tepat waktu.
Di akhir pemaparannya, Dr. Napsiah menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan yang orang tua wali mahasiswa 2026 dengan jumlah 148 Mahasiswa, atas kepercayaannya untuk menuntut ilmu di prodi Sosiologi. Prodi Sosiologi selalu siap memfasilitasi kepada calon Sosiolog Sunan kalijaga untuk meraih masa depan.