Sosiology festival: “Empowering Sustainable ProductionSpace in Building Green Society”

“Yogyakarta krisis sampah”. Inilah yang menarik perhatian dari banyak akademisi tanpa terkecuali mahasiswa Sosiologi Fishum UIN Sunan Kalijaga. Bentuk kepedulian mereka terhadap menggunungnya sampah di Yogyakarta memotiviasi merek auntuk mensosialisasikan kegiatan yang menggunakan ekonomi sirkular. Managemen ekonomi yang memaksimalkan sumber daya alam agar berkelanjutan dengan meminimalisir limbah. Mahasiswa berkontribusi penting dalam meminimalisir sampah plastik dengan cara 3 R: Reduce, Reuse dan recycle. Reduse tidak menekan konsumsi dengan menggunakan sampah plastik. Ini sudah dilakukan pemerintah dengan kebijakan kantong plastik berbayar sat berbelanja di mall atau toko. Reuse menjadikan sampah plastik menjadi bahan siap pakai seperti dibuat tas, vas bunga atau dompet. Recycle itu memilah sampah plastik dengan sampah non organik agar sampah tersebut bisa dijadikan pupuk. Mahasiswa sebagai agent of change mampu menekan penambahan limbah plastik dan memiliki peran yang besar dalam mensosliasikankan pada masyarkat, terlebih lagi masyarakat Yogya memiliki tinggat pemndidikan yang tinggi, begitu ujar kaprodi Sosiologi Dr. Napsiah dalam sambutannya pada acara Sociology Festival yang dilaksanakan di Conferece Room pada 28 – 29 November 2024.

Hadir pada cara tersebut, wakil dekan bidang 1 Fishum ibu Ambarsari Dewi, Ph.D. Beliau mengungkap kegiatan ini selaras dengan keingingan rektor (universitas) yang juga peduli terhadap lingkungan. Menumbuhkan lingkungan hijau menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi limbah polusi. Bersamaan dengan itu, wakil dekan bidang 1 menghampiri Gong yang telah disediakan oleh panitia. Gong ditabuh sebanyak 3 kali yang diiringi tepuk tangan pada peserta, mennandakan bahwa acara tersebut resmi dibuka.

Menghadirkan narasumber Mbak Corla yang menjadi inisator memanfaatakan limbah plastic menjadi sebuah kreativitas yang layak pakai. Savitri adalah nama usaha yang telah ditekuni oleh orang tuannya yang saat ini dilanjutkan oleh anak-anaknya. Talk show dilakukan untuk membagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola barang bekas menjadi barang layak pakai.

Acara festivial ini merupakan kali pertama dilakukan oleh mahasiswa Sosiologi yang berkolaborasi apik antara HMPS dan Laboratarium Sosiologi. Di gelar selama dua hari dengan membuak bazar yang memperkenalkan kuliner Yogyakarta dan makanan kekinian di hari pertama yang juga disertai talk show. Di hari kedua diisi dengan perlombaan cerdas cermat dan juga lomba essy. Malah penutupan dilakukan pada jumat malam yang dihadiri oleh seluruh dosen Sosiologi. Selamat atas terselenggaranya kegiatan Sociology Festival. Semoga mendapat manfaat dari kegiatan peduli lingkungan ini (Napsiah).