Kunjungan Wisata: Peran 3 Pilar dan Ekonomi Kreatif dalam Pariwisata

Pada Kamis 9 November 2023, dalam rangka untuk menambah pengalaman belajar di lapangan Mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan sebuah kegiatan Kuliah Lapangan di Desa Ekowisata Pancoh yang terletak di Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan ini sebagai kegiatan yang teragendakan pada matakuliah Sosiologi Pariwisata. Kegiatan kunjungan tersebut diikuti oleh sebanyak 6 orang Mahasiswa Sosiologi yang didampingi langsung oleh Agus Saputro, M.Si, sebagai dosen pendamping lapangan sekaligus dosen pengampu mata kuliah Sosiologi Pariwisata.

Bentuk kegiatan pada “Kunjungan Wisata: Peran 3 Pilar dan Ekonomi Kreatif Dalam Pariwisata adalah Sharing Session Interaktif bersama narasumber. Kegiatan diawali dengan pembukaan pada pukul 10.00, dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh pemateri. Pemateri ini sekaligus penasihat dari Desa Ekowisata Pancoh yang bernama Bapak Ngatijan. Pemateri menyampaikan materi mengenai sejarah Desa Ekowisata Pancoh hingga penyampaian pilar-pilar yang turut membantu dan mendukung pembangunan atau pengembangan Desa Ekowisata Pancoh serta ekonomi kreatif yang diterapkan di Desa Ekowisata Pancoh sehingga mampu menarik pengunjung. Setelah itu, ada sesi tanya jawab yang mendapatkan antusisme tinggi dari mahasiswa dan dilanjutkan berkeliling Desa Ekowisata Pancoh agar mahasiswa dapat mengamati, mengenal, dan memahami mekanisme pengelolaan wisata tersebut serta dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Pada 14 Februari 2012, Desa Ekowisata Pancoh resmi tercatat sebagai salah satu Desa Ekowisata di Kabupaten Sleman dengan potensi wisata alam dan budaya. Desa ekowisata ini memiliki keunikan berupa "Surthong" yang merupakan bambu dialiri air sehingga ketika penuh akan tumpah dan menghasilkan suara nyaring dan khas.

Desa Ekowisata Pancoh ini membatasi pengunjung setiap harinya hanya 500 orang atau 2 rombongan. Desa Ekowisata Pancoh membatasi jumlah kunjungan untuk menjaga keasrian lingkungan agar tetap indah. Selain itu, pembatasan ini juga dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan terhadap tamu yang hadir. Desa Ekowisata Pancoh ini dikelola sendiri oleh masyarakat sekitar dan seluruh elemen yang dilibatkan dalam aktivitas pariwisata ini juga adalah masyarakat sekitar. Desa Ekowisata Pancoh sudah banyak menjalin kerjasama dan kolaborasi demi pengembangan Desa Wisata dengan perusahaan swasta maupun perguruan tinggi di Yogyakarta maupun luar Yogyakarta. Penghargaan terkait Desa Wisata juga sudah banyak didapatkan baik skala regional hingga skala nasional oleh Desa Ekowisata Pancoh ini. Saat ini, Desa Ekowisata Pancoh merupakan salah satu dari lima laboratorium pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism Observatory) yang dijadikan sebagai desa percontohan oleh desa wisata lainnya.

Pada penghujung kegiatan, pria yang akrab disapa Bapak Ngatijan dan sekaligus penasihat Desa Ekowosata Pancoh berharap semoga ada kelanjutan dari kuliah lapangan ini. Dari Pihak Sivitas Akademik Sosiologi UIN Sunan Kalijaga dengan Desa Ekowisata Pancoh, yaitu progam dalam pengembangan Desa Wisata yang berkelanjutan di Desa Ekowisata Pancoh kedepannya