Alumni Berprestasi: Tuah Mat Toyu, Peraih Hadiah Sastra Rancage 2022





Penganugerahan karya sastra berbahasa daerah, dikenal dengan nama Hadiah Sastra Rancage, kembali digelar. Untuk tahun 2022 ini, penulis prolifik berbahasa Madura, Mat Toyo, kembali diganjar setelah dua tahun sebelumnya menerima anugerah yang sama. Kemunculan kembali penulis asal Madura dengan nama asli Moh. Toyu, yang juga alumni dari Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, di Hadiah Sastra Rancage ini bukan tanpa alasan. Kesetiannya menulis cerita pendek di media lokal berbahasa Madura seperti Majalah Jokotole 2010 dan secara konsisten mengisi rubrik sastra Madura (Sanja'-Carpan) di JP Radar Madura Radar Madura telah membuktikan pengabdiannya pada sastra daerah yang tidak ternilai harganya bagi kebudayaan daerah di Indonesia.
Bagi sastra Madura, Mat Toyu bukan nama asing. Dia bersama teman-teman penggiat sastra Madura secara kolektif menggerakkan kegiatan baik berbasis komunitas maupun mandiri. Kemunculan nama Mat Toyu sebagai penerima hadiah dari lembaga yang didirikan oleh sastrawan dan budayawan Ajip Rosidi bersama Erry Riyana Harjapamekas, Edi S. Ekajati, dan beberapa koleganya ini menjadi kebanggaan bagi sastra Madura dan secara umum bagi sastra Indonesia. Yayasan Kebudayaan Rancage yang secara konsisten memberikan apresiasi kepada penulis-penulis sastra Bahasa-bahasa daerah sejak 1989 ini berhasil menemukan penulis daerah yang mempunyai daya dan energi kreatif luar biasa.
Ketika dihubungi secara terpisah, Mat Toyu menceritakan proses menulisnya yang secara konsisten dimulai sejak di meja kuliah. “Yang jelas selama kuliah, proses kreatif saya tidak bisa dipungkiri karena berada di Teater ESKA,” tuturnya.
Selain itu, Mat Toyu mengakui bahwa sosiologi sangat berpengaruh dalam kepenulisannya, sebab sosiologi (dengan metode penelitian saintifiknya) memberikan gambaran bagaimana realitas sosial itu terjadi. “Apalagi teori konflik Karl Marx yang menjelaskan adanya alienasi dalam dunia kerja dan lain sebagainya,” tegas Mat Toyu.
Penulis buku kumpulan cerpen berjudul Ngejung (2021) ini meneruskan pendidikannya hingga ke jenjang master di Program Studi Islamic Interdisipliner Studies (IIS) UIN Sunan Kalijaga, dengan konsentrasi Pekerjaan Sosial dan lulus pada tahun 2021.
Kesibukannya selain menjadi penulis, Mat Toyu juga mengajar di kampus STIDAR Sumenep, pada program studi PMI (Pengembangan Masyarakat Islam). Penulis buku cerita pendek Kerrong ka Omba (Rindu pada Gelombang) yang mendapatkan hadiah Rancage pertama tahun 2019 silam ini memberikan pesan dan kesannya kepada mahasiswa di Prodi Sosiologi, UIN Sunan Kalijaga.
“Mahasiswa sosiologi harus menulis, baik fiksi atau ilmiah untuk menjelaskan realitas sosial, karena tulisan sangat berpengaruh terhadap masyarakat,” pungkasnya (Yayang-20).