Selasa, 11 Oktober 2016 09:28:19 WIB Dilihat : 228 kali

Dalam dunia pendidikan, demokrasi sebagai salah satu sistem kebebasan sangatlah diperlukan. Di era media saat ini, bukan saatnya lagi membungkam hak berbicara bagi masyarakat khususnya mahasiswa.

Pentingnya ruang publik sebagai salah satu wadah kebebasan bersuara inilah yang di sampaikan dalam diskusi publik HMPS Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga. Diskusi yang di selenggarakan pada hari senin, 10 Oktober 2016 dan bertemakan “Ruang Publik Sebagai mimbar Kebebasan Akademik Mahasiswa” ini, HMPS mengundang Dr. Achmad Uzair, S.IP.,M.A. sebagai pemateri.

Achmad menjelaskan beberapa aspek dalam kekebasan akademik terutama di kalangan kampus. Dalam Power point beliau yang diberi judul Kampusku, kampusmu, Kampus Kita, ia memahamkan kepada peserta bahwa ada tida aspek yang menyangkut tentang kebebasan akademik. antara lain ialah, Pendidikan, Demokrasi, serta Partisipasi yang beradab (civic engagement).

“Pada akhirnya, kebebasan mimbar akademik ialah hak bagi civitas akademika yang terbukti mumpuni dan berwibawa untuk menyatakan pendapatnya”. Jelas Achmad. Namun tidak terlepas dari itu, menurutnya lagi nilai-nilai dalam menyuarakan pendapat juga harus di barengi dengan civic engagement sehingga mahasiswa tetap membawa identitasnya sebagai kaum intelektual.

Acara diskusi kali ini yang bertempat di Interactive center FISHUM juga di ramaikan oleh mahasiswa FISHUM itu sendiri. Baik mahasiswa Psikologi, Ilmu Komunikasi, dan tentunya Sosiologi. selain itu beberapa tamu undangan juga tampak menghadiri acara ini, antara lain dari JMSJ, HMPS Psikologi, DEMA FISHUM, SEMA FISHUM, bahkan pihak Dekan beserta jajarannya.

Hal ini sangat di apresiasi oleh ketua panitia pelaksana, Abdul Majid. dalam sambutannya, ia sangat mengapresiasi antusias dari panitia, peserta dan semua tamu undangan. “terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara ini”. Ungkapnya.

Tidak hanya ketua Panitia, beberapa peserta juga nampak memberi apresiasi atas berjalannya acara ini. Herlambang Dwi misalnya, salah satu peserta dari Sosiologi 2016 mengungkapkan bahwa kedepannya acara seperti ini tetap harus di adakan. “Harapan Saya, semoga HMPS Sosiologi sering mengadakan acara seperti ini. Agar teman-teman bisa menambah wawasan dan pengalaman”. Ungkap Herlambang saat ditemui usai acara.

Selain Herlambang dan Abdul Majid selaku ketua Panitia, masukan untuk acara ini juga di ungkapkan oleh Asep Mahfudz. Menurut Ketua SEMA FISHUM, acara ini sangat inspiratif dan membuka nalar berfikir mahasiswa. “Sangat bagus, apalagi di UIN sekarang ini mengalami krisis ruang publik bagi mahasiswa untuk bisa melakukan kegiatan dan mengekspresikan berbagai gagasannya. Contohnya saja Pangdem yang hari ini digusur karena adanya pembangunan FEBI”. Ujar Ketua SEMA yang akrab di panggil Kang Asep.

Menurutnya lagi, penggusuran pangdem menjadi salah satu potret akan penyempitan ruang publik. Kebebasan Akademik mahasiswa sedikit demi sedikit di pangkas oleh kebijakan yang tidak pro mahasiswa. (tri-HL)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom